Connect with us

Pemerintahan

Ditengah PSBB, DPRD Jatim Gelar Rapat Paripurna Bahas LKPJ 2019

Diterbitkan

||

Ditengah PSBB, DPRD Jatim Gelar Rapat Paripurna Bahas LKPJ 2019

Memontum SurabayaDPRD Jawa Timur menggelar Rapat Paripurna, Rabu (29/4/2020). Meskipun berlangsung di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya, gelaran paripurna tetap berjalan relatif lancar.

Rapat Paripurna yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Achmad Iskandar. Hadir pula pimpinan DPRD Jatim lainnya, Anik Maslachah bersama sejumlah anggota dewan lainnnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa hadir langsung dengan didampingi Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak dan sejumlah Kepala Dinas.

Rapat Paripurna kali ini membahas jawaban Gubernur atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur tahun 2019.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Anik Maslachah menjelaskan bahwa pelaksanakan rapat paripurna hari ini tak bisa ditunda. Mengingat, paripurna membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Berdasarkan penjelasannya, DPRD Jawa Timur bersama Pemprov Jatim bersapakat bahwa paripurna yang membahas APBD tidak dapat ditunda.

“Kalau ditunda, kegiatan pemerintahan bisa terkendala. Sebab, ini kaitannya dengan anggaran,” kata Anik ketika dikonfirmasi seusai Rapat.

LKPJ APBD 2019 memang menjadi dasar DPRD Jatim untuk mengevaluasi penggunaan APBD tahun sebelumnya. Dari sana, DPRD Jawa Timur akan mengetahui Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (Silpa) 2019.

Selanjutnya, silpa akan ditambahkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2020.Biasanya, pengajuan PAK APBD dibahas pada pertengahan tahun.

“Apabila LKPJ tak segera diputuskan, tentu akan menghambat pembahasan PAK APBD. Sedangkan di sisi lain, Pemprov perlu adanya kepastian anggaran agar roda pemerintahan tetap berjalan,” kata Anik.

Sekalipun demikian, paripurna tersebut berlangsung dengan sesuai protokol Pencegahan covid-19. Di antaranya, dengan menerapkan Physical distancing, penyemprot desinfektan, hingga kewajiban cuci tangan.

Peserta paripurna, hanya sekitar belasan orang dari yang biasanya puluhan orang. Rinciannya, satu orang dari perwakilan masing-masing fraksi, dua orang pimpinan dewan, dan sekitar enam orang dari jajaran eksekutif (Pemprov Jatim).

“Sisanya, mengikuti rapat menggunakan daring (online),” jelasnya.

Rapat paripurna hari ini menjadi agenda terakhir di April. Selanjutnya, DPRD Jatim akan kembali menggelar rapat paripurna pada pertengahan Mei mendatang. (ace/yan)

 

Terpopuler