Connect with us

Pemerintahan

Jatim Covid-19: Tembus 1571 Kasus, DPRD Jatim Dorong Pemprov Dirikan Rumah Sakit Khusus Covid-19

Diterbitkan

||

Jatim Covid-19 Tembus 1571 Kasus, DPRD Jatim Dorong Pemprov Dirikan Rumah Sakit Khusus Covid-19

Memontum Surabaya – Jumlah kasus Virus Covid- 19 di Jawa Timur saat ini menembus angka 1.571 kasus. Data hingga Selasa (24/3/2020) , dari 1.571 rinciannya yakni 1.405 ODP, 125 PDP dan 51 orang dinyatakan positif. Melihat tingginya kasus corona di Jatim, Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim, Sri Untari meminta kepada Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa untuk membuat rumah sakit khusus Covid-19 di Jatim. Untari mengusulkan ada tiga lokasi untuk rumah sakit khusus Covid-19 tersebut, yakni di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rusun Jemundo Sidoarjo dan RS Haji Sukolilo Surabaya.

“Ini karena Jatim masuk kawasan zona merah. Gubernur bisa nengambil dana SILPA dengan menggunakan mekanisme dana darurat atau PAK mendahului. Sifatnya force majeure,” kata Untari, Selasa (24/3/2020). Untari menjelaskan bahwa masukan agar Gubernur Jatim segera membuat rumah sakit khusus Covid-19, supaya para tenaga medis bisa membedakan mana pasien Covid-19 dan bukan Covid-19. Hal ini juga bisa mengurangi terpaparnya pasien non Covid-19, sehingga penanganan lebih mudah.

“Kami juga usul gubernur membuka pendaftaran relawan medis dan paramedis COVID-19. Penanganan yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim sudah sigap. Hanya di daerah-daerah masih perlu koordinasi intens dengan Gugus Tugas Provinsi. Salut untuk Tim Gugus Tugas Jatim,” terang perempuan yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD PDIP Jatim ini.

Sementara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku saat ini Jatim telah memiliki 63 RS rujukan dengan kekuatan 1.766 bed (Ruang isolasi dan ruang observasi).

“Ada juga RS Infeksi di Unair sebelah RSUA Surabaya, itu bisa dimaksimalkan. Saya akan koordinasi dengan Rektornya. Saya juga berharap seyogyanya daerah bisa menyiapkan ruang observasi dan isolasi. Ini agar lebih mendekatkan pasien dengan tempat tinggalnya. Yang sudah menyiapkan baru Kabupaten Probolinggo dan Jember,” jelasnya.

“Tapi yang jelas saya ingin setiap kabupaten/kota minimal memiliki ruang observasi untuk penanganan Covid-19 ini. Hingga saat ini, ada 1766 bed untuk penanganan Covid-19 di Jatim baik itu bed isolasi total hingga bed ruang observasi,” pungkasnya. (Ace/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler