Blitar
Bongkar Kawanan Aksi Rampok Rumdin Wali Kota Blitar, Tim Polda Jatim Sebut DVR CCTV Dibawa Pelaku dan Ciri Mobil Plat Merah Diidentifikasi

Memontum Blitar – Tim investigasi yang dipimpin langsung Dirkrimum Polda Jatim telah selesai melakukan olah TKP perampokan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Santoso, Senin (12/12/2022) tadi. Dirkrimum Polda Jawa Timur, Kombes Pol Totok Suharyanto, saat ditemui di Mapolres Blitar Kota, mengatakan ada empat titik olah TKP di Rumah Dinas Wali Kota Blitar. Namun, pihaknya enggan menjelaskan secara rinci ruang apa saja yang jadi fokus olah TKP.
“Kita sedang dalami proses pembuktian ilmiah terkait pelaku. Kemungkinannya ada pelaku lima orang. Di dalam ada tiga dan di luar ada dua. Namun, untuk kepastiannya, sekali lagi masih proses pembuktian,” kata Kombes Pol Totok Suharyanto, Senin (12/12/2022) tadi.
Terkait handphone milik Wali Kota Blitar, Santoso, yang sebelumnya dikabarkan ikut terbawa bersama uang dan perhiasan yang disimpan di dalam tas, ternyata dalam pemeriksaan terakhir berhasil ditemukan. “Handphone itu ditemukan di TKP, dibuang di tempat sampah,” jelasnya.
Baca juga :
- Jatuh dari Kapal, ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal di Perairan Timur Suramadu
- Persiapan Venue Porprov Jatim X 2027 Surabaya Ditargetkan Tuntas 2026
- Masuki Hari Ke-14, Embarkasi Surabaya Berangkatkan 17.835 CJH dan Petugas
- Perkuat Kebersamaan hingga Kebaikan, Better Youth Gelar Guyub Bareng Baik Bareng
- Kepala Basarnas Tinjau Kesiapsiagaan SAR Lebaran 2026 di Surabaya
Lebih lanjut mantan Kasubagreskrim Polwil Malang ini menjelaskan, dari hasil olah TKP, Digital Video Recorder (DVR) CCTV diketahui dibawa oleh pelaku. Namun, kepolisian sedang berkoordinasi dengan Kominfo, untuk mencari alternatif CCTV lainnya.
“Untuk pemeriksaan saksi masih berproses. Ada tiga penjaga dan dua orang korban, serta dua orang saksi yang mengetahui peristiwa pertama dan melakukan pertolongan. Jadi, total ada tujuh saksi,” jelas mantan Kapolresta Malang Kota ini.
Dirinya juga mengatakan, sementara terkait pelat merah yang diduga digunakan pelaku, juga sedang didalami. “Kalau soal pelat merah itu mungkin cover tapi ini mohon waktu sedang didalami,” jelasnya. (jar/gie)

Pemerintahan6 tahunDana Hibah Rp 2,9 Triliun 11 OPD Provinsi Jatim Diduga Fiktif
Komunikasi Sosial6 tahunSahabat Pena Out Bond Bersama Anak Yatim Yayasan Al Ashar
Hukum & Kriminal7 tahunAdvokad Sa’i Rangkuti Blokir Sertifikat Budi Hartono Sidarta, Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan
Pemerintahan6 tahunRSUD dr Soetomo Dikabarkan Overload, DPRD: Pemkot Surabaya Sebaiknya Optimalkan Puskesmas
Pemerintahan9 bulanGubernur Khofifah Kirimkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Pulau Bawean
Pendidikan6 tahunITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA
Pemerintahan10 bulanTidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif
Politik9 bulanPDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur

















