SEKITAR KITA

Apresiasi Pelestarian Ekosistem Mangrove, Gubernur Jatim Beri Penghargaan Trenggalek

Diterbitkan

-

APRESIASI: Wabup Syah saat menerima apresiasi dari Gubernur Jatim, dalam Festival Mangrove Jatim V di Romokalisari Adventure Land Surabaya. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Dinilai berkomitmen tinggi dalam mendukung upaya pelestarian ekosistem mangrove, Bupati Trenggalek terima apresiasi dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, yang mewakili untuk menerima piagam penghargaan pada Festival Mangrove Jatim V di Romokalisari Adventure Land Kecamatan Benowo Kota Surabaya.

Disampaikan Wabup Syah, bahwa keberadaan Mangrove yang sehat di kawasan pesisir dapat meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim serta meminimalkan dampak bencana alam. Seperti tsunami, badai dan gelombang laut.

Peranan Indonesia dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, secara global amat besar. Sehingga, melindungi dan merestorasi ekosistem Mangrove yang merupakan langkah penting yang harus segera dilakukan secara bersama-sama.

Advertisement

“Mangrove menjadi salah satu tumbuhan sentral dalam penanganan perubahan iklim, karena kekayaan fungsi fisik, ekologi, sosial dan ekonomi. Upaya pelestarian mangrove, itu harus berkelanjutan mengingat tanaman yang hidup di wilayah perairan ini rentan mengalami kerusakan. Baik secara alami maupun karena aktivitas manusia,” papar Wabup Syah saat dikonfirmasi, Rabu (01/11/2023) siang.

Baca Juga :

Diketahui, Indonesia memiliki luasan Mangrove hingga 22,6 persen dari total keseluruhan dunia memainkan peran sentral, termasuk dalam hal serapan emisi karbon yang sangat besar dari Mangrove. “Oleh karenanya, kami akan selalu berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam pelestarian Mangrove di Indonesia,” imbuhnya.

Masih kata suami Fatihatur Rohmah ini, Mangrove juga memiliki banyak manfaat, baik secara lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Jika semakin banyak lahan mangrove dibuka, emisi karbon akan meningkat, sehingga memengaruhi perubahan iklim.

Advertisement

“Oleh karena itu, perlu dilakukan rehabilitasi dan konservasi Mangrove itu sendiri. Maka untuk mengupayakan hal tersebut, perlu kerja sama berbagai pihak, baik kementerian/lembaga, pemerintah daerah, akademisi atau perguruan tinggi, perusahaan, para pemuda, maupun masyarakat dari berbagai kelompok,” terang Wabup Syah.

Di kesempatan yang sama, Mas Wabup Syah juga ikut menanam bibit mangrove bersama Gubernur Jatim. Selain juga melepas liar benih ikan, udang, burung dan unggas.

“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan semoga ini menjadi motivasi bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek untuk lebih peduli dalam melestarikan ekosistem mangrove kedepannya,” paparnya.

Menyadari pentingnya keseimbangan lingkungan, dirinya juga berharap dengan adanya ekowisata Mangrove ini dapat menghadirkan banyak manfaat bagi seluruh masyarakat luas dengan tetap menjaga serta melestarikan alamnya. (mil/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas