SEKITAR KITA
BOR di RSLK Surabaya Turun hingga di Angka 60 persen

Memontum Surabaya – Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Kogabwilhan II Surabaya, mengalami penurunan 60 persen, dari total kapasitas. Hal ini, tentu merupakan penurunan yang cukup signifikan di awal Agustus ini.
“Untuk BOR di RSL, sekarang sudah turun dan melandai di angka 60 persen. Jumlah ini, tentu mengalami penurunan yang cukup signifikan,” kata Ketua Pelaksanan PPKPC RSL Kogabwilhan II, Radian Jadid, Sabtu (07/08) tadi.
baca juga
- Jatuh dari Kapal, ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal di Perairan Timur Suramadu
- Persiapan Venue Porprov Jatim X 2027 Surabaya Ditargetkan Tuntas 2026
- Masuki Hari Ke-14, Embarkasi Surabaya Berangkatkan 17.835 CJH dan Petugas
- Perkuat Kebersamaan hingga Kebaikan, Better Youth Gelar Guyub Bareng Baik Bareng
- Kepala Basarnas Tinjau Kesiapsiagaan SAR Lebaran 2026 di Surabaya
Ditambahkan Jadid, BOR di RSL Kogabwilhan II, turun karena masifnya pemerintah melakukan vaksinasi massal kepada masyarakat. Sehingga, perlahan herd immunity (kekebalan kelompok) untuk mencegah masyarakat terpapar Covid-19, mulai terbentuk.
Jadid menambahkan, pada pertengahan Juli BOR di RSL Kogabwilhan II, sempat mencapai 98 persen. Bahkan, pihaknya sampai kewalahan menerima pasien masuk. Bahkan l, dikabarkan hampir overload sampai banyak pasien yang inden (antre masuk) di RSL untuk menjalani perawatan. Sedangkan, kapasitas di RSL Kogabwilhan II, hanya memiliki kapasitas 410 bed.
“Pertengahan Juli BOR sempat mencapai angka 98 persen. Jumlah pasien inden mencapai angka 233 orang. Sekarang jumlah yang inden sudah tidak ada lagi. Ini, tentu sangat kontras dengan tiga minggu sebelumnya,” ujarnya.
Penanggungjawab RSL Kogabwilhan II, Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, merasa bangga atas kinerja tenaga kesehatan di RSL Kogabwilhan II, dalam menangani Covid-19. “Semua ini semata-mata untuk kepentingan bangsa dalam mengatasi pandemi Covid-19. Untuk seluruh Nakes dan masyarakat, tetap jalankan protokol kesehatan 6M, menjaga dan meningkatkan imun serta menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan kebiasaan baru,” kata dr I Dewa Gede. (ade/ed2)

Pemerintahan6 tahunDana Hibah Rp 2,9 Triliun 11 OPD Provinsi Jatim Diduga Fiktif
Komunikasi Sosial6 tahunSahabat Pena Out Bond Bersama Anak Yatim Yayasan Al Ashar
Hukum & Kriminal7 tahunAdvokad Sa’i Rangkuti Blokir Sertifikat Budi Hartono Sidarta, Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan
Pemerintahan6 tahunRSUD dr Soetomo Dikabarkan Overload, DPRD: Pemkot Surabaya Sebaiknya Optimalkan Puskesmas
Pemerintahan9 bulanGubernur Khofifah Kirimkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Pulau Bawean
Pendidikan6 tahunITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA
Pemerintahan10 bulanTidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif
Politik9 bulanPDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur

















