Lamongan
Cianci Senilai Rp 1,5 Miliar Jadi Bonsai Terbaik di Festival Bonsai Lamongan

Memontum Lamongan – Rumah Bonsai Indonesia (Rubi) Lamongan, melaksanakan event Festival Bonsai yang diikuti oleh pe-bonsai dari berbagai kota dan kabupaten, Minggu (05/06/2022). Festival berskala nasional ini digelar sebagai salah satu rangkaian hari jadi Lamongan ke 453 tahun.
Dalam festival tersebut, akan mendapatkan Piala Bupati Lamongan untuk bonsai yang berhasil menjadi terbaik. Bonsai yang berhasil mendapatkan trophy juara 1 best in show ini yakni pohon bonsai dengan jenis Cianci ukuran L di kelas gold, yang diperkirakan seharga Rp 1,5 miliar, milik Presiden Rubi yang juga merupakan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Zudan Arif Fakrulloh.
Tidak hanya itu, bonsai dengan jenis Lohansung Cicuan yang dengan harga Rp 300 juta milik Zudan Arif, juga berhasil memperoleh penghargaan best nine di kelas gold dari Bupati Lamongan.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Rubi, Zudan Arif Fakrulloh mendorong generasi muda untuk menyukai bonsai. “Sekarang rumah bonsai Indonesia yang berdiri 5 tahun lalu sudah memiliki 72 cabang di Indonesia. Tujuannya kita ingin mengajak generasi muda kita untuk sibuk dan produktif. Kalau generasi muda kita sudah produktif, sibuk, pasti jauh dari masalah Narkoba, psikotropika akan bisa kita hindarkan,” terang Zudan.
Baca juga :
- Jatuh dari Kapal, ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal di Perairan Timur Suramadu
- Persiapan Venue Porprov Jatim X 2027 Surabaya Ditargetkan Tuntas 2026
- Masuki Hari Ke-14, Embarkasi Surabaya Berangkatkan 17.835 CJH dan Petugas
- Perkuat Kebersamaan hingga Kebaikan, Better Youth Gelar Guyub Bareng Baik Bareng
- Kepala Basarnas Tinjau Kesiapsiagaan SAR Lebaran 2026 di Surabaya
Ditambahkan, selain bernilai positif bagi kegiatan generasi muda, bonsai juga merupakan salah satu ekonomi yang sangat menjanjikan. “Ini ekonomi yang sangat menjanjikan, banyak untungnya, bahkan saya juga bisa membeli mobil dengan bertanam bonsai,” tambahnya.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi merasa bangga dengan terselenggaranya festival bonsai tersebut, menurutnya hal ini dapat pula menjadi pengungkit pertumbuhan dan kebangkitan ekonomi di Kabupaten Lamongan.
“Ternyata bonsai ini memang menjadi bagian dari ekonomi kreatif. Tentu ini sangat mempunyai nilai tinggi, tidak hanya nilai ekonomi saja tapi juga tentu mempunyai dampak sosial yang baik bagi anak-anak muda, anak-anak milenial. Tentu dengan mencintai tanaman bonsai akan mempunyai sebuah kesibukan yang bisa menghindarkan dari hal-hal yang bersifat negatif,” katanya.
Festival yang diikuti oleh 500 peserta dari berbagai daerah ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Festival ini ditujukan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat Kabupaten Lamongan khususnya kalangan muda, serta menambah ilmu dan pengetahuan baru tentang bagaimana cara budidaya bonsai dengan lebih mendalam. (zen/gie)

Pemerintahan6 tahunDana Hibah Rp 2,9 Triliun 11 OPD Provinsi Jatim Diduga Fiktif
Komunikasi Sosial6 tahunSahabat Pena Out Bond Bersama Anak Yatim Yayasan Al Ashar
Hukum & Kriminal7 tahunAdvokad Sa’i Rangkuti Blokir Sertifikat Budi Hartono Sidarta, Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan
Pemerintahan6 tahunRSUD dr Soetomo Dikabarkan Overload, DPRD: Pemkot Surabaya Sebaiknya Optimalkan Puskesmas
Pemerintahan9 bulanGubernur Khofifah Kirimkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Pulau Bawean
Pendidikan6 tahunITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA
Pemerintahan10 bulanTidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif
Politik9 bulanPDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur

















