Kota Malang
Forkopimda Jatim Tinjau Posko PPKM Mikro di Oro-Oro Dowo Malang

Memontum Malang – Lonjakan kasus Covid-19 di beberapa daerah di Jawa Timur, mendorong Forkopimda Provinsi Jawa Timur, untuk meninjau secara langsung persiapan penanganan Covid-19 di beberapa daerah. Salah satu yang menjadi jujugan Forkopimda Provinsi Jawa Timur, yakni ke Posko PPKM Mikro di Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (08/02/2022).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau secara langsung Posko PPKM Mikro bersama Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Nurchahyanto, Kepala BIN Daerah (Kabinda) Jatim, Marsma TNI Rudy Iskandar, Penanggung Jawab RSL Ijen Boelevard, Wali Kota Malang, Sutiaji, serta Kadinkes Kota Malang, dr. Husnul Mu’arif.
Gubernur Jawa Timur mengatakan, bahwa pihaknya mengingatkan akan pentingnya tracing kepada kontak erat. “Kali ini kami ingin memastikan bahwa proses untuk memberikan filterisasi dari kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19. Jadi proses tracing kepada kontak erat jangan kurang dari 1:15 kontak erat,” kata Gubernur Khofifah.
Baca juga :
- Jatuh dari Kapal, ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal di Perairan Timur Suramadu
- Persiapan Venue Porprov Jatim X 2027 Surabaya Ditargetkan Tuntas 2026
- Masuki Hari Ke-14, Embarkasi Surabaya Berangkatkan 17.835 CJH dan Petugas
- Perkuat Kebersamaan hingga Kebaikan, Better Youth Gelar Guyub Bareng Baik Bareng
- Kepala Basarnas Tinjau Kesiapsiagaan SAR Lebaran 2026 di Surabaya
Dalam peninjauan itu, Forkopimda Jawa Timur mendapatkan arahan penanganan Covid-19 dari Babinsa yang bertugas di Kelurahan Oro-Oro Dowo Kota Malang. gubernur Khofifah juga menjelaskan, jika terdapat masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala atau dengan gejala ringan, bisa ditangani di Isolasi Terpusat yang ada ada di RS Lapangan Ijen Boelevard.
“Namun, jika masyarakat yang terpapar Covid-19 gejala ringan maupun tanpa gejala, tetapi memiliki kemungkinan untuk Isoman di rumah masing-masing dipersilahkan. Asalkan, tinggal di rumah yang tidak sekamar dengan yang lain, atau tidak satu kamar mandi dengan yang lain. Kalau tidak, maka sebaiknya di Isoter,” tambahnya.
Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur, untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, agar kasus Covid-19 bisa turun. “Sekali lagi saya mengajak seluruh warga, untuk mengantisipasi terdapat gejala-gejala yang mereka rasakan. Hal tersebut menjadi sangat penting untuk dilakukan percepatan Swab Antigen paling tidak. Karena saat ini kecenderungan varian Omicorn itu tanpa gejala. Ini harus ini antisipasi bersama,” terangnya. (cw1/sit)

Pemerintahan6 tahunDana Hibah Rp 2,9 Triliun 11 OPD Provinsi Jatim Diduga Fiktif
Komunikasi Sosial6 tahunSahabat Pena Out Bond Bersama Anak Yatim Yayasan Al Ashar
Hukum & Kriminal7 tahunAdvokad Sa’i Rangkuti Blokir Sertifikat Budi Hartono Sidarta, Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan
Pemerintahan6 tahunRSUD dr Soetomo Dikabarkan Overload, DPRD: Pemkot Surabaya Sebaiknya Optimalkan Puskesmas
Pemerintahan9 bulanGubernur Khofifah Kirimkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Pulau Bawean
Pendidikan6 tahunITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA
Pemerintahan10 bulanTidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif
Politik9 bulanPDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur

















