Bondowoso
Gubernur Jatim Bebaskan Pajak Kendaraan Angkutan Umum dan Ojol

Memontum Bondowoso – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Hj Khofifah Indar Parawansa, membuat kebijakan pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk angkutan umum jenis mikrolet dan Ojek Online (Ojol). Keterangan itu, disampaikan saat menghadiri peresmian musala dan penyerahan bantuan bagi penyandang disabilitas, pedagang micro, supir angkot dan Ojol di Samsat Bondowoso, Senin (19/09/2022) tadi.
“Untuk mendapatkan insentif pajak nol rupiah tersebut, wajib pajak dapat mendaftarkan kendaraannya di KB Samsat setempat, mulai hari ini hingga 15 Desember 2022,” kata Khofifah.
Khofifah menambahkan, melalui kebijakan ini diharapkan memberikan multiplier effect terhadap kondisi umum. Khususnya, akibat dampak kenaikan BBM terhadap laju inflasi di Jatim, khususnya di Bondowoso.
“Dalam kondisi ekonomi seperti ini, pemerintah akan selalu hadir untuk meringankan beban rakyat,” kata Khofifah.
Baca juga :
- Jatuh dari Kapal, ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal di Perairan Timur Suramadu
- Persiapan Venue Porprov Jatim X 2027 Surabaya Ditargetkan Tuntas 2026
- Masuki Hari Ke-14, Embarkasi Surabaya Berangkatkan 17.835 CJH dan Petugas
- Perkuat Kebersamaan hingga Kebaikan, Better Youth Gelar Guyub Bareng Baik Bareng
- Kepala Basarnas Tinjau Kesiapsiagaan SAR Lebaran 2026 di Surabaya
Sektor transportasi, tambahnya, menjadi salah satu yang sangat terdampak dari kenaikan harga BBM ini. Karena dengan kenaikan biaya tranportasi ini pula, terjadilah kenaikan harga barang termasuk kebutuhan pangan.
“Kami terus mengupayakan berbagai format intervensi agar beban masyarakat dapat terus diminimalisir,” jelasnya.
Baik melalui bantuan langsung tunai, paparnya, maupun intensif pajak kendaraan yang saat ini diluncurkan Pemprov Jatim. Melalui program ini, setidaknya terdapat 7.927 angkutan umum dan 24.292 Ojol yang akan menikmati intensif pajak.
Disamping itu, pihaknya juga menerapkan pasar murah melalui operasi pasar setiap Senin pagi. Pemprov Jatim harus membangun sinergi dengan semua pihak dan pemerintah daerah kabupaten/kota. Juga dengan BUMN, BUMD dan CSR dari privat sektor. “Bersama-sama kami harus memberikan penguatan daya beli masyarakat, supaya kenaikan harga BBM ini tidak memberikan dampak serius bagi daya beli masyarakat,” terangnya. (zen/gie)

Pemerintahan6 tahunDana Hibah Rp 2,9 Triliun 11 OPD Provinsi Jatim Diduga Fiktif
Komunikasi Sosial6 tahunSahabat Pena Out Bond Bersama Anak Yatim Yayasan Al Ashar
Hukum & Kriminal7 tahunAdvokad Sa’i Rangkuti Blokir Sertifikat Budi Hartono Sidarta, Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan
Pemerintahan6 tahunRSUD dr Soetomo Dikabarkan Overload, DPRD: Pemkot Surabaya Sebaiknya Optimalkan Puskesmas
Pemerintahan9 bulanGubernur Khofifah Kirimkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Pulau Bawean
Pendidikan6 tahunITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA
Pemerintahan10 bulanTidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif
Politik9 bulanPDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur

















