SEKITAR KITA
Perawatan Pasien Covid-19 di RSLT Surabaya Gunakan Mekanisme Khusus, Apa itu?

Memontum Surabaya – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febri Rachamnita, mengatakan pasien Covid-19 yang akan dirawat di Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) Surabaya, tidak bisa datang langsung ke RSLT menggunakan ambulance. Namun, mereka harus melalui mekanisme rujukan dari puskesmas. Hal itu diterapkan untuk mempermudah petugas melukan tracing atau pelacakan kontak erat.
“Supaya kita tidak tertinggal untuk tracing, yang membawa ke sini Puskesmas. Jadi kalau warga langsung datang pakai ambulance ke sini tidak bisa,” kata Febria yang akrab disapa Feny, Jumat (09/07).
Baca juga:
Selain itu, kata Feny, bahwa ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi ketika pasien Covid-19 ingin menjalani perawatan di RSLT.
Dokumen yang harus dilengkapi yakni, membawa KTP, KK serta hasil PCR positif baik dari puskesmas ataupun laboratorium lain. “Tergantung dari mereka periksanya Swab PCR di mana. Tapi tetap yang membawa ke sini RSLT dari puskesmas, karena semua agar terdata,” tutur Feny.
Sementara itu, lanjut Feny, bahwa kapasitas di RSLT sendiri bisa mencapai 1000 bed. Namun, untuk tahap awal saat ini telah tersedia 400 bed.
Nantinya, pasien OTG dan gejala ringan yang ada di Hotel Asrama Haji (HAH) bakal dipindah ke RSLT. Sedangkan di HAH bakal difokuskan bagi pasien kategori OTG, gejala batuk dan pilek.
“Jadi pasien Asrama Haji dipindah ke sini RSLT supaya tidak penuh. Di HAH kan juga ada IGD di sana, tapi kita fokuskan di sini. Sehingga di HAH hanya OTG, batuk, pilek,” paparnya.
Feny menambahkan, layanan di RSLT sendiri hampir sama dengan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) di rumah sakit lain. Sebab di RSLT telah dilengkapi dengan ruangan IGD, rawat inap, radiologi, farmasi hingga laboratorium.
“Untuk laboratorium hanya mengambil sampel dan pemeriksaan ringan. Jadi di RSLT ini ada lima ruangan, masing-masing diisi OTG, dan gejala ringan. Kalau gejala berat, ke RSUD Soewandhie,” kata Feny. (ade/ed2)

Pemerintahan6 tahunDana Hibah Rp 2,9 Triliun 11 OPD Provinsi Jatim Diduga Fiktif
Komunikasi Sosial6 tahunSahabat Pena Out Bond Bersama Anak Yatim Yayasan Al Ashar
Hukum & Kriminal7 tahunAdvokad Sa’i Rangkuti Blokir Sertifikat Budi Hartono Sidarta, Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan
Pemerintahan6 tahunRSUD dr Soetomo Dikabarkan Overload, DPRD: Pemkot Surabaya Sebaiknya Optimalkan Puskesmas
Pemerintahan9 bulanGubernur Khofifah Kirimkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Pulau Bawean
Pendidikan6 tahunITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA
Pemerintahan10 bulanTidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif
Politik9 bulanPDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur

















