SEKITAR KITA
PPKM Diperpanjang, Pelaku UMKM Keluhkan Pendapatan

Memontum Surabaya – Dampak pemberlakuan dan perpanjangan PPKM Level 4 Jawa-Bali berpengaruh pada perkembangan usaha UMKM di Surabaya. Hingga saat ini, banyak pelaku UMKM yang mengeluh usahanya tersendat karena sepinya pembeli. Bahkan, banyak pula UMKM yang berhenti produksi sementara waktu.
Salah seorang pelaku UMKM di wilayah Krembangan-Surabaya, Tien Iswanti (53), mengaku jika usaha Wedang Songo dan Ayam Kriwil miliknya menurun drastis selama PPKM. “Ya, selama PPKM ini yang jelas perekonomian atau income menurun drastis,” ujar Tien, Minggu (08/08) tadi.
Baca juga:
- Jatuh dari Kapal, ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal di Perairan Timur Suramadu
- Persiapan Venue Porprov Jatim X 2027 Surabaya Ditargetkan Tuntas 2026
- Masuki Hari Ke-14, Embarkasi Surabaya Berangkatkan 17.835 CJH dan Petugas
- Perkuat Kebersamaan hingga Kebaikan, Better Youth Gelar Guyub Bareng Baik Bareng
- Kepala Basarnas Tinjau Kesiapsiagaan SAR Lebaran 2026 di Surabaya
Dirinya menyebutkan, sebelum PPKM diberlakukan pemerintah, usaha miliknya selalu ramai. Pesanan baik dari perusahaan, instansi pemerintah ataupun masyarakat umum, cukup banyak atau lumayan.
“Biasanya yang pesan dari perusahaan dan rumah tangga. Satu hari, wedang Songo dan Rice Bowl, perkiraan sehari 60 sampai 65 bowl. Tetapi sekarang, sama sekali tidak ada pesanan selama PPKM,” ungkapnya.
Kondisi tidak jauh berbeda, pun dirasakan pemilik UMKM Cokelat, Nur Aisah. Dirinya mengaku, kalau pendapatan selama PPKM sedikit dan mengganggu usahanya.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno, saat dihubungi terpisah mengaku turut prihatin atas tersendatnya usaha para pelaku UMKM. Dirinya berharap, kondisi ini mendapat perhatian khusus pemerintah kota.
“PPKM Level 4 ini, Dinas Koperasi maupun Dinas Perdagangan untuk mensupporting lebih UMKM. Sehingga, perekonomian bisa berkembang, hidup dan tetap eksis,” kata Anas.
Menurutnya, perhatian khusus pemerintah terhadap pelaku UMKM, diharapkan mampu bisa mendongkrak perputaran ekonomi di tingkat bawah. Karena UMKM merupakan ekonomi kerakyatan, yang memiliki produk lokal.
“Dalam kondisi seperti ini, UMKM harus diberi support yang lebih, karena tingkat ekonomi dasar adalah UMKM,” tuturnya.
Selama PPKM ini, dirinya mengaku terus berkeliling menemui pelaku UMKM di tiap kecamatan, untuk memastikan perkembangan usaha mereka. (ade/sit)

Pemerintahan6 tahunDana Hibah Rp 2,9 Triliun 11 OPD Provinsi Jatim Diduga Fiktif
Komunikasi Sosial6 tahunSahabat Pena Out Bond Bersama Anak Yatim Yayasan Al Ashar
Hukum & Kriminal7 tahunAdvokad Sa’i Rangkuti Blokir Sertifikat Budi Hartono Sidarta, Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan
Pemerintahan6 tahunRSUD dr Soetomo Dikabarkan Overload, DPRD: Pemkot Surabaya Sebaiknya Optimalkan Puskesmas
Pemerintahan9 bulanGubernur Khofifah Kirimkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Pulau Bawean
Pendidikan6 tahunITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA
Pemerintahan10 bulanTidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif
Politik9 bulanPDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur

















