Kota Malang
Refreshment Manajemen Pemerintahan Provinsi Jatim, Bapak Marketing Indonesia Tekankan Kinerja Pejabat Eselon II

Memontum Kota Malang – Founder and Executive Chairman, MarkPlus, Inc & Marketeers, yang juga bapak marketing Indonesia, Hermawan Kartajaya, memberikan pesan agar Eselon II Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bisa seperti tokoh pewayangan Pandawa Lima. Hal itu disampaikan, sebab tokoh pewayangan Pandawa Lima, itu dinilai memiliki sifat baik yang bisa dicontoh oleh Eselon II.
Disampaikan Hermawan, bahwa nasib dari masyarakat nantinya ditentukan dari kebijakan kepala dinas di tiap masing-masing daerah. “Eselon II ini pejabat elit semua. Maka, mereka bisa diibaratkan Pandawa. Nasib dari masyarakat, itu ditentukan dari Pandawa Lima,” ujar Hermawan, dalam kegiatan Refreshment Manajemen Pemerintahan Provinsi Jatim, di salah satu hotel di Kota Malang Rabu (11/01/2023) tadi.
Dijelaskannya, jika dari Pandawa Lima itu, Nakula Sadewa memiliki sifat produktifitas, yang berarti para Eselon II harus produktif dalam melaksanakan tugasnya. Kemudian, Arjuna diibaratkan lambang improvement. Sehingga, diharapkan nantinya para Eselon II, mampu berinisiatif dan meningkatkan kapasitas diri.
Baca juga :
- Jatuh dari Kapal, ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal di Perairan Timur Suramadu
- Persiapan Venue Porprov Jatim X 2027 Surabaya Ditargetkan Tuntas 2026
- Masuki Hari Ke-14, Embarkasi Surabaya Berangkatkan 17.835 CJH dan Petugas
- Perkuat Kebersamaan hingga Kebaikan, Better Youth Gelar Guyub Bareng Baik Bareng
- Kepala Basarnas Tinjau Kesiapsiagaan SAR Lebaran 2026 di Surabaya
Kemudian, tambahnya, Bima diibaratkan lambang profesionalisme, yang berarti harus tetap profesional dalam menjalankan tugas. Lalu, Yudhistira yang dilambangkan sebagai manajer, yang berarti mampu menerapkan manajerial dengan baik dalam setiap kebijakan yang dibuat.
Lebih lanjut disampaikan, Pandawa Lima itu juga harus memiliki jiwa Punakawan. Seperti kreatif, inovatif, enterpreneur (wirausaha) dan leader (pemimpin). Sebab, itu akan memudahkan permasalahan di tahun 2023.
“Kalau tidak ada Punakawannya, nanti di tahun 2023 ini akan sulit. Karena budget terbatas dan permintaan makin banyak. Sebagai pejabat publik, Eselon II ini sangat menentukan,” lanjutnya.
Dirinya berharap, pejabat publik Eselon II, baik di lingkungan Pemprov Jatim, maupun di lingkungan Pemerintah Kota Malang, dapat menerapkan sifat Pandawa dan jiwa Punakawan itu. (rsy/gie)

Pemerintahan6 tahunDana Hibah Rp 2,9 Triliun 11 OPD Provinsi Jatim Diduga Fiktif
Komunikasi Sosial6 tahunSahabat Pena Out Bond Bersama Anak Yatim Yayasan Al Ashar
Hukum & Kriminal7 tahunAdvokad Sa’i Rangkuti Blokir Sertifikat Budi Hartono Sidarta, Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan
Pemerintahan6 tahunRSUD dr Soetomo Dikabarkan Overload, DPRD: Pemkot Surabaya Sebaiknya Optimalkan Puskesmas
Pemerintahan9 bulanGubernur Khofifah Kirimkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Pulau Bawean
Pendidikan6 tahunITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA
Pemerintahan10 bulanTidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif
Politik9 bulanPDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur

















