Kota Malang
Sikapi Target Penurunan Stunting di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Ingatkan Perkuatan SDM

Memontum Kota Malang – Upaya penurunan dan pencegahan stunting di Jawa Timur (Jatim), kini terus dilakukan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait stunting tersebut.
Selain itu, salah satu upaya penting dalam penanganan stunting ini, menurutnya adalah dengan memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga, target nasional nantinya bisa terpenuhi, yakni sekitar 14 persen.
“Kita terus lakukan koordinasi. Seperti sebelumnya, sudah melakukan dengan Kepala BKKBN Koordinator stunting di Jawa Timur, kemudian juga dengan Pak Wali Kota Malang. Hari ini dan yang akan datang, yang dibutuhkan itu adalah kualitas SDMnya,” ujar Khofifah, seusai mengikuti acara di Gedung Bundar Unisma Malang, Minggu (16/10/2022) tadi.
Baca juga :
- Jatuh dari Kapal, ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal di Perairan Timur Suramadu
- Persiapan Venue Porprov Jatim X 2027 Surabaya Ditargetkan Tuntas 2026
- Masuki Hari Ke-14, Embarkasi Surabaya Berangkatkan 17.835 CJH dan Petugas
- Perkuat Kebersamaan hingga Kebaikan, Better Youth Gelar Guyub Bareng Baik Bareng
- Kepala Basarnas Tinjau Kesiapsiagaan SAR Lebaran 2026 di Surabaya
Lebih lanjut disampaikan, angka stunting di Jawa Timur, saat ini sudah mencapai 23 persen. Itu, sudah lebih rendah dari angka stunting nasional yang masih 24,5 persen. Upaya penurunan angka stunting, menurutnya juga harus terus dilakukan dengan kerja keras.
“Dalam penanganan stunting ini, harus kerja keras. Untuk menjadikan masyarakat memahami bahwa kualitas SDM ini didorong antara lain menurunkan stunting serendah-rendahnya. Karena target dari Presiden di tahun 2024 adalah 14 persen, ini akan menjadi kerja keras kita semua,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Dr Erwin Astha Triyono, mengatakan bahwa Pulau Madura, tepatnya Kabupaten Sampang, menjadi salah satu stunting tertinggi di daerah Jawa Timur. “Saya tidak terlalu hafal (daerah dengan stunting tinggi), tapi yang jelas masih di area Madura. Kira-kira di Sampang, itu masih tinggi,” kata Erwin. (rsy/sit)

Pemerintahan6 tahunDana Hibah Rp 2,9 Triliun 11 OPD Provinsi Jatim Diduga Fiktif
Komunikasi Sosial6 tahunSahabat Pena Out Bond Bersama Anak Yatim Yayasan Al Ashar
Hukum & Kriminal7 tahunAdvokad Sa’i Rangkuti Blokir Sertifikat Budi Hartono Sidarta, Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan
Pemerintahan6 tahunRSUD dr Soetomo Dikabarkan Overload, DPRD: Pemkot Surabaya Sebaiknya Optimalkan Puskesmas
Pemerintahan9 bulanGubernur Khofifah Kirimkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Pulau Bawean
Pendidikan6 tahunITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA
Pemerintahan10 bulanTidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif
Politik9 bulanPDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur

















