Pendidikan
Selama PTM, Murid Dibebaskan Gunakan Seragam Asalkan Sopan

Memontum Surabaya– Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Supomo mengatakan, selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) murid dibebaskan menggunakan seragam apa saja. Bisa pakai seragam sekolah lama, pakai batik atau baju lainnya. Asalkan bajunya rapi, sopan dan bersepatu.
“Saat saya meninjau PTM di SMPN 15, ada siswa yang masih mengenakan seragam SD. Ada pula yang baju batik. Tidak masalah. Yang penting rapi dan sopan. Dengan begitu bisa membangun semangat anak-anak untuk belajar,” kata Supomo, Kamis (09/09) tadi.
Baca Juga:
Sementara itu, Kepala SMPN 15 Surabaya, Shahibur Rachman, menjelaskan total siswa dari kalangan MBR di sekolahnya mencapai 400 siswa. Rinciannya, untuk kelas 7 sebanyak 185 siswa dan kelas 8 sebanyak 186 siswa, sisanya kelas 9.
Dari total ratusan siswa MBR itu, kata dia, yang terlanjur membeli seragam ada 47 siswa. Mereka ada yang membeli semua keperluan seragam yang totalnya mencapai Rp1 juta, ada yang hanya membeli atribut sekolah yang nilainya di bawah Rp50 ribu.
“Dan yang pasti, kami tidak memaksa siswa untuk membeli seragam di koperasi sekolah. Kami membebaskan. Cuma kami menginformasikan, jika koperasi sekolah menyediakan perlengkapan sekolah yang bisa dibeli,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu wali murid, Erna mengaku, sudah jauh-jauh hari dirinya menabung untuk membeli seragam untuk anaknya. Sehingga saat sekolah menginformasikan bahwa telah menyediakan seragam dirinya langsung membelinya.
“Sejak anak saya lulus SD dan diterima SMPN 15. Karena selama pandemi tidak sekolah, uang jajannya saya tabung. Sekarang ada PTM, saya beli seragam itu. Karena saya ingin anaknya saat sekolah pakai seragam baru,” ujar Erna
Lanjut Erna mengaku, jumlah uang seragam yang dikembalikan sebanyak Rp 600 lebih, sama seperti saat waktu beli seragam.
Uang yang dikembalikan tersebut, Erna berencana uangnya akan dipergunakan untuk keperluan sekolah lainnya. Seperti membeli buku, LKS atau peralatan tulis lainnya. “Saya bersyukur karena dikembalikan. Terima kasih Pak Wali Kota. Terima kasih Dinas Pendidikan Surabaya. Uangnya nanti bisa dipakai utk keperluan lain,” ungkapnya. (ade/ed2)

Pemerintahan6 tahunDana Hibah Rp 2,9 Triliun 11 OPD Provinsi Jatim Diduga Fiktif
Komunikasi Sosial6 tahunSahabat Pena Out Bond Bersama Anak Yatim Yayasan Al Ashar
Hukum & Kriminal7 tahunAdvokad Sa’i Rangkuti Blokir Sertifikat Budi Hartono Sidarta, Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan
Pemerintahan6 tahunRSUD dr Soetomo Dikabarkan Overload, DPRD: Pemkot Surabaya Sebaiknya Optimalkan Puskesmas
Pemerintahan9 bulanGubernur Khofifah Kirimkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Pulau Bawean
Pendidikan6 tahunITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA
Pemerintahan10 bulanTidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif
Politik9 bulanPDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur

















