SEKITAR KITA
Pemkot Surabaya Kirimkan Dua Alat Berat untuk Bantu Gresik buat Tanggul Paska Banjir

Memontum Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas PU Bina Marga dan Pematusan mengirimkan bantuan alat berat ke Kabupaten Gresik, yang terkena banjir dari luapan Kali Lamong. Pengiriman dua alat berat beserta personelnya tersebut atas perintah langsung dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
“Berdasarkan arahan Pak Wali Kota, semalam kami langsung mengirimkan dua alat berat beserta 10 personel untuk membantu penanganan banjir di Kabupaten Gresik,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya, Erna Purnawati, Sabtu (06/11/2021).
Baca juga:
- Jatuh dari Kapal, ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal di Perairan Timur Suramadu
- Persiapan Venue Porprov Jatim X 2027 Surabaya Ditargetkan Tuntas 2026
- Masuki Hari Ke-14, Embarkasi Surabaya Berangkatkan 17.835 CJH dan Petugas
Erna Purnawati, menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran di Pemkab Gresik. Ternyata mereka meminta bantuan untuk menangani Kali Lamong, tepatnya di sekitar Morowudi atau Jembatan Bobo Gresik.
“Jadi, dua alat berat itu kami turunkan ke Sungai Kali Lamong, karena memang pada saat itu endapannya sudah mengeras. Kami keruk endapan itu dan kami bikinkan tanggul di pinggirnya,” ujar Erna.
Selain melakukan pengerukan dan pembuatan tanggul, Erna mengaku, bahwa pihaknya juga menelusuri saluran air di bawah Jembatan Bobo. Dari penelusuran itu ternyata ditemukan ada satu saluran yang diduga tersumbat dan tidak bisa dialiri air.
“Di bawah Jembatan Bobo itu kan ada dua pilar dengan dua terowongan. Nah, salah satu terowongan ini kering. Air juga tidak bisa mengalir ke sana, mungkin karena tersumbat. Bisa jadi ini juga penyebab banjir hingga menyebabkan airnya meluap,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa pihaknya juga masih mencari cara untuk mengatasi dan menangani terowongan yang tersumbat tersebut, sehingga diharapkan dua terowongan itu bisa dialiri air dengan lancar dan air di wilayah tersebut tidak meluap lagi. “Karena memang permintaannya di sekitar Jembatan Bobo, ya kami akan garap (kerjakan) di sekitar jembatan tersebut,”jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan pihaknya juga mengeruk endapan sedimen untuk dijadikan tanggul. Selain itu pihaknya akan fokus untuk menangani terowongan di bawah jembatan supaya bisa dialiri air. “Dengan cara ini, kami berharap air Kali Lamong di sekitar Jembatan Bobo tidak meluap lagi,” harapnya. (ade/gie)

Pemerintahan6 tahunDana Hibah Rp 2,9 Triliun 11 OPD Provinsi Jatim Diduga Fiktif
Komunikasi Sosial6 tahunSahabat Pena Out Bond Bersama Anak Yatim Yayasan Al Ashar
Hukum & Kriminal7 tahunAdvokad Sa’i Rangkuti Blokir Sertifikat Budi Hartono Sidarta, Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan
Pemerintahan6 tahunRSUD dr Soetomo Dikabarkan Overload, DPRD: Pemkot Surabaya Sebaiknya Optimalkan Puskesmas
Pemerintahan9 bulanGubernur Khofifah Kirimkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Pulau Bawean
Pendidikan6 tahunITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA
Pemerintahan10 bulanTidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif
Politik9 bulanPDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur

















