Kota Malang
Kapolda Jatim Sampaikan Maaf Atas Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Memontum Kota Malang – Satu dari beberapa tuntutan korban insiden Stadion Kanjuruhan Kepanjen, mengenai permintaan maaf dari petinggi Polri atas tragedi Sabtu (01/10/2022) malam kelam, akhirnya terucap. Adalah Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, yang mengucapkan maaf dan duka yang mendalam atas terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan.
Bahkan, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf, terkait proses pengamanan yang saat itu sedang berjalan ada kekurangan. “Selaku Kapolda, saya turut prihatin dan memohon maaf. Di dalam proses pengamanan yang sedang berjalan, ada kekurangan,” kata Kapolda Jatim, saat konferensi pers di RSSA Malang, Selasa (04/10/2022) tadi.
Dijelaskan oleh Irjen Pol Nico, untuk proses penegakkan hukum kepada pihak yang terbukti bersalah, nantinya akan dilalui sesuai dengan prosedur yang ada. Namun, untuk saat ini pihak kepolisian lebih memfokuskan kepada proses penanganan yang terjadi kepada korban. “Kami juga akan melakukan proses penegakkan hukum kepada siapa saja yang salah, setelah masalah kemanusiaan ini selesai. Proses sedang berjalan,” lanjutnya.
Baca juga:
- Jatuh dari Kapal, ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal di Perairan Timur Suramadu
- Persiapan Venue Porprov Jatim X 2027 Surabaya Ditargetkan Tuntas 2026
- Masuki Hari Ke-14, Embarkasi Surabaya Berangkatkan 17.835 CJH dan Petugas
- Perkuat Kebersamaan hingga Kebaikan, Better Youth Gelar Guyub Bareng Baik Bareng
- Kepala Basarnas Tinjau Kesiapsiagaan SAR Lebaran 2026 di Surabaya
Lebih lanjut dikatakan, bahwa pihaknya akan melakukan proses evaluasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Seperti, Pemerintah Provinsi Jatim, Presiden Klub hingga pihak Liga hingga PSSI. “Sehingga, harapannya untuk pertandingan sepak bola ke depannya aman, nyaman dan bisa menyerap ekonomi. Semoga, semua permasalahan ini bisa diselesaikan bersama-sama,” katanya.
Berdasarkan keterangan yang telah disampaikan, pihaknya telah melakukan proses identifikasi kepada korban tragedi tersebut. Baik kepada yang telah meninggal hingga korban yang masih dirawat di rumah sakit.
“Kami melakukan upaya pengidentifikasian korban. Ada 125 orang meninggal dunia dan ada 300 an yang dirawat. Kapolri memberikan perhatian secara khusus, kepada seluruh korban dengan memberikan bantuan perawatan dan kami serahkan kepada keluarganya masing-masing,” imbuhnya. (rsy/gie)

Pemerintahan6 tahunDana Hibah Rp 2,9 Triliun 11 OPD Provinsi Jatim Diduga Fiktif
Komunikasi Sosial6 tahunSahabat Pena Out Bond Bersama Anak Yatim Yayasan Al Ashar
Hukum & Kriminal7 tahunAdvokad Sa’i Rangkuti Blokir Sertifikat Budi Hartono Sidarta, Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan
Pemerintahan6 tahunRSUD dr Soetomo Dikabarkan Overload, DPRD: Pemkot Surabaya Sebaiknya Optimalkan Puskesmas
Pemerintahan9 bulanGubernur Khofifah Kirimkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Pulau Bawean
Pendidikan6 tahunITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA
Pemerintahan10 bulanTidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif
Politik9 bulanPDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur

















