Pemerintahan
Hemodialisis Unit Baru RSSA Diresmikan Gubernur Jatim

Memontum Kota Malang – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Hemodialisis (prosedur untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak bisa bekerja dengan baik) dimana Hemodialisis merupakan salah satu Unit Rumah Sakit Umum Daerah Dr Syaiful Anwar (RSSA), Rabu (28/04).
Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan, bahwa saat ini ada dinamika percepatan layanan inovasi dalam kesehatan.
Baca juga:
- Jatuh dari Kapal, ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal di Perairan Timur Suramadu
- Persiapan Venue Porprov Jatim X 2027 Surabaya Ditargetkan Tuntas 2026
- Masuki Hari Ke-14, Embarkasi Surabaya Berangkatkan 17.835 CJH dan Petugas
“Sehingga harapannya, proses untuk melakukan inovasi bukan hanya di kampus. Tapi di semua tempat, termasuk di rumah sakit (RS),” katanya.
Ruang untuk berinovasi terus ia upayakan, agar RS memiliki alat kesehatan yang memungkinkan. Akibatnya, pihak RS tidak lagi mengalami ketergantungan.
“Sehingga kebutuhan pokok di RS itu terstandar. Preventif terkait kesehatan memang harus digencarkan, harus mengandalkan semua pihak. Dan saya berterimakasih pada RSSA yang telah membuka unit baru ini,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur RSSA, dr Kohar Hari Santoso, turut merasa bahagia karena Hemodialisis Unit diresmikan langsing oleh Gubernur Jatim.
“Saya berterimakasih tadi ibu Gubernur, tadi juga berkenan untuk meninjau beberapa fasilitas baru. Ada beberapa unit juga yang kami perbaharui selama masa pandemi ini,” urainya.
Tindakan itu dilakukan oleh RSSA sebagai bentuk responnya mendukung Jatim Bangkit. “Ini adalah respon kami mendukung Jatim Bangkit, untuk kita lakukan juga menjadi RSSA bangkit,” serunya.
Layanan Hemodialisis di RSSA sendiri menurut dr Kohar sudah terlalu berlebihan permintaannya. Bahkan untuk layanan ini saja terdapat 4 shift.
“Ini kan memenuhi kebutuhan karena kami sudah terlalu berlebih, shiftnya saja sampai 4. Akhirnya sekarang kami tambah untuk mengurangi beban,” jelasnya.
Sehingga total sampai saat ini ada 102 mesin yang bisa digunakan untuk layanan Hemodialisis. (mus/ed2)

Pemerintahan6 tahunDana Hibah Rp 2,9 Triliun 11 OPD Provinsi Jatim Diduga Fiktif
Komunikasi Sosial6 tahunSahabat Pena Out Bond Bersama Anak Yatim Yayasan Al Ashar
Hukum & Kriminal7 tahunAdvokad Sa’i Rangkuti Blokir Sertifikat Budi Hartono Sidarta, Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan
Pemerintahan6 tahunRSUD dr Soetomo Dikabarkan Overload, DPRD: Pemkot Surabaya Sebaiknya Optimalkan Puskesmas
Pemerintahan9 bulanGubernur Khofifah Kirimkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Pulau Bawean
Pendidikan6 tahunITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA
Pemerintahan10 bulanTidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif
Politik9 bulanPDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur

















