SEKITAR KITA
Disperindag Surabaya Sebut Harga Komoditas Minyak Goreng Naik Akibat Harga CPO Melonjak

Memontum Surabaya – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, menyebut, bahwa kenaikan minyak goreng selama sepekan terakhir merupakan imbas dari naiknya bahan baku.
“Memang benar minyak goreng curah atau tanpa merek mengalami kenaikan. Ini karena bahan baku atau CPO dunia juga naik. Kalau yang bermerek cukup stabil,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (04/11/2021).
Baca juga:
- Jatuh dari Kapal, ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal di Perairan Timur Suramadu
- Persiapan Venue Porprov Jatim X 2027 Surabaya Ditargetkan Tuntas 2026
- Masuki Hari Ke-14, Embarkasi Surabaya Berangkatkan 17.835 CJH dan Petugas
Selain itu, harga minyak curah tanpa merk di kisaran Rp 19 ribu per kilogram. Selain minyak goreng, harga dan ketersediaan bahan pokok di Surabaya masih cukup stabil. Seperti harga telur yang kembali stabil di harga Rp 21 ribu di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 24 ribu.
Dari data Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), produksi minyak nabati dan hewani telah menurun sebanyak 266 ribu ton pada 2020. Penurunan produksi tersebut juga terjadi pada 2021.
Selain itu, kenaikan harga minyak goreng juga disebabkan adanya kenaikan harga minyak sawit atau CPO Indonesia. Lebih lanjut Wiwiek juga mengakui, bahwa harga komoditas Tomat yang masih jeblok di pasaran. Termasuk di Surabaya, Komoditi Tomat hanya berkisar Rp 6 ribu per kilogramnya.
Menurut dia, melimpahnya stok Tomat karena tidak sebanding dengan daya beli masyarakat menjadi penyebabnya. “Kalau Tomat memang melimpahnya stok bisa jadi penyebab terbesarnya, kenapa harganya bisa anjlok. Sama seperti sebelumnya,” jelasnya.
Lebih lanjut dirinya menambahkan, Disperindag akan terus melakukan pemantauan setiap harinya terhadap pergerakan harga kebutuhan dan ketersediaan bahan pokok di Surabaya. Selain itu, untuk mencegah lonjakan harga menjelang hari besar dan tahun baru, pihaknya akan melakukan usaha penetralan dengan melakukan operasi pasar langsung kepada masyarakat jika diperlukan. (ade/gie)

Pemerintahan6 tahunDana Hibah Rp 2,9 Triliun 11 OPD Provinsi Jatim Diduga Fiktif
Komunikasi Sosial6 tahunSahabat Pena Out Bond Bersama Anak Yatim Yayasan Al Ashar
Hukum & Kriminal7 tahunAdvokad Sa’i Rangkuti Blokir Sertifikat Budi Hartono Sidarta, Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan
Pemerintahan6 tahunRSUD dr Soetomo Dikabarkan Overload, DPRD: Pemkot Surabaya Sebaiknya Optimalkan Puskesmas
Pemerintahan9 bulanGubernur Khofifah Kirimkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Pulau Bawean
Pendidikan6 tahunITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA
Pemerintahan10 bulanTidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif
Politik9 bulanPDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur

















