Kota Batu
BPOM Jatim Launching Inovasi Jatim Truly untuk Pedagang Alun-alun Kota Batu

Memontum Kota Batu – Diskumdag dan Dinkes Kota Batu, serta Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Timur, melaunching inovasi Jatim Truly dan memberikan sosialisasi terkait keamanan makanan kepada pedagang yang menjalankan usahanya di Alun-alun Kota Batu. Sosialisasi ini, dilaksanakan karena masih adanya temuan zat pencemar pada bahan makanan serta obat yang membahayakan saat dikonsumsi.
Kepala BPOM Jawa Timur, Rustyawati, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat terkait edar obat dan makanan. Dengan harapan, mampu melindungi diri sendiri dan orang lain yang menkonsumsi.
“Jadi, ini bertujuan supaya pengetahuan masyarakat meningkat terkait edar makanan. Supaya, mampu melindungi diri kita sendiri. Bisa memilih makanan, mana yang bisa atau tidak boleh dikonsumsi,” terangnya, saat Launching Inovasi Jatim Truly di sebuah hotel di Kota Batu, Kamis (02/03/2023) siang tadi.
Setelah kegiatan tersebut, tambahnya, harus ada komitmen dari pelaku usaha. Meski demikian, keamanan pangan sebenarnya menjadi tanggung jawab semuanya. Mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha juga masyarakat.
Baca juga :
- Jatuh dari Kapal, ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal di Perairan Timur Suramadu
- Persiapan Venue Porprov Jatim X 2027 Surabaya Ditargetkan Tuntas 2026
- Masuki Hari Ke-14, Embarkasi Surabaya Berangkatkan 17.835 CJH dan Petugas
- Perkuat Kebersamaan hingga Kebaikan, Better Youth Gelar Guyub Bareng Baik Bareng
- Kepala Basarnas Tinjau Kesiapsiagaan SAR Lebaran 2026 di Surabaya
Sedangkan, istilah Jatim Truly adalah singkatan dari Jatim Trusted Kulinari. Menurut dia, dengan Pendampinganya terhadap Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di Alun-alun Kota Batu, supaya kulinernya dijamin aman.
“Program Jatim Truly ini singkatan dari Jatim Trusted Kulinary. Kuliner kita jamin untuk aman. Tetapi, tidak menjamin 100 persen, ini tergantung komitmen pelaku usaha. Setidaknya kita mengawali melakukan pendampingan memberikan pengetahuan, sehingga mereka (pedagang) melakukan praktik yang aman,” tuturnya.
Oleh sebab itu, ditegaskan Rustyawati, inovasi tersebut dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat. Mengingat, Kota Batu merupakan daerah pariwisata. Sedangkan, nantinya tidak hanya di alun-alun tetapi wilayah lain di Kota Batu, wajib mengetahui terkait aspek keamanan makanan.
“Kami berharap, pemerintah Kota Batu untuk mereplikasi menyebarluaskan ke wilayah yang lain,” tegasnya.
Sekedar diketahui, berdasarkan catatan BPOM Jawa Timur, tahun 2022 yang lalu melalui program prioritas nasional, telah selesai melakukan pendampingan makanan sehat di dua desa di Kota Batu yaitu Desa Punten dan Desa Mojorejo. Kemudian, untuk 6 sekolah yaitu, SDN 1 Ngaglik, SDN 1 Mojorejo, SDN 1 Punten, SMPN 1, SMPN 3 SMPN 6 serta satu pasar yaitu Pasar Besar Kota Batu yang relokasi. (put/gie)

Pemerintahan6 tahunDana Hibah Rp 2,9 Triliun 11 OPD Provinsi Jatim Diduga Fiktif
Komunikasi Sosial6 tahunSahabat Pena Out Bond Bersama Anak Yatim Yayasan Al Ashar
Hukum & Kriminal7 tahunAdvokad Sa’i Rangkuti Blokir Sertifikat Budi Hartono Sidarta, Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan
Pemerintahan6 tahunRSUD dr Soetomo Dikabarkan Overload, DPRD: Pemkot Surabaya Sebaiknya Optimalkan Puskesmas
Pemerintahan9 bulanGubernur Khofifah Kirimkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Pulau Bawean
Pendidikan6 tahunITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA
Pemerintahan10 bulanTidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif
Politik9 bulanPDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur

















