Pemerintahan
Kuda Hitam dalam Pilgub Jatim 2024, Bupati Sumenep Masuk Bursa Calon Potensial Gubernur Jatim

Memontum Sumenep – Sepertinya nasib lagi berpihak pada Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. Sebagaimana lagu yang lagi viral di Akun Tiktok dengan lagunya ‘kuda yang mana, kuda yang mana, tuan senang. Kuda yang putih, kuda yang putih di dalam kandang. Janda mana, janda mana, tuan senangi. Janda yang putih, janda yang putih, berambut pirang’.
Tapi ini lain cerita, ini bukan soal kuda putih. Bukan juga soal rambut pirang, melainkan soal kuda hitam. Diprediksi, bakal ada ‘kuda hitam’ dalam konstelasi Politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2024 mendatang. Yakni, Achmad Fauzi yang nota bene Bupati Sumenep diprediksi bakal jadi ‘Kuda hitam’.
Pasalnya, dalam hasil survei Accurate Research & Consulting Indonesia (ARCI), Achmad Fauzi Wongsojudo, masuk dalam tiga besar kandidat potensial untuk mengisi bursa kursi Gubernur Jawa Timur. Hal itu, setelah rating pertama ada Nama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur, Emil Elestianto Dardak.
Itu setelah, survei simulasi ARCI sebelumnya bahwa Achmad Fauzi, sebagai Cawagub dipasangkan dengan Khofifah Indar Parawansa sebagai Cagub Jatim yang menembus dukungan 40,1 persen. Atau, jauh mengungguli perolehan Cagub dan Cawagub Emil Dardak – Fauzan Fuadi yang hanya 17,2 persen. Itu, jika Khofifah – Emil Dardak pecah kongsi.
Direktur ARCI, Baihaki Siratj, dalam hasil survei terbarunya pada 25 April – 4 Mei 2023 terungkap justru Achmad Fauzi, yang sebelumnya hanya diposisi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) ternyata sudah masuk bursa kandidat Calon Gubernur (Cagub) Jatim 2024 mendatang. “Ini kejutan besar, lantaran sebelumnya dalam simulasi hasil survei Fauzi masih diposisi Cawagubnya Khofifah. Saat ini, justru masuk top of mind. Masuk bursa tiga kandidat potensial Calon Gubermur Jatim,” terang Baihaki.
Hasil simulasi kandidat sesuai survei terbaru, Cagub Khofifah (27,9 persen), Emil (15,3 persen) dan Achmad Fauzi (7,5 persen). Meski diurutan terakhir dengan prosentase 7 persen, cukup mengejutkan karena sebelumnya masih diposisi Cawagub. Tentu, Fauzi akan jadi ‘kuda hitam’ dalam Pilgub Jatim 2024 mendatang. Bupati Sumenep ini bisa mengancam keberadaan incumbent (Khofifah – Emil). Sebab pelan tapi pasti, dukungan terhadap Fauzi merangkak naik.
Baca juga :
- Jatuh dari Kapal, ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal di Perairan Timur Suramadu
- Persiapan Venue Porprov Jatim X 2027 Surabaya Ditargetkan Tuntas 2026
- Masuki Hari Ke-14, Embarkasi Surabaya Berangkatkan 17.835 CJH dan Petugas
- Perkuat Kebersamaan hingga Kebaikan, Better Youth Gelar Guyub Bareng Baik Bareng
- Kepala Basarnas Tinjau Kesiapsiagaan SAR Lebaran 2026 di Surabaya

“Ternyata, tokoh muda ini lagi diminati dan paling berpeluang dipilih di Pilgub Jatim 2024. Yakni Emil 21,6 persen, Eri Cahyadi 8,9 persen dan Fauzi 8,6 persen. Diminati karena mereka tokoh menarik bagi masyarakat dan populer,” ujarnya, Rabu (10/05/2023) tadi.
Dilanjutkannya, jika tokoh muda saat ini lagi tren. Dengan gencarnya wira-wiri di media sosial dan bahkan dalam memajukan daerahnya termasuk dalam mengatasi berbagai masalah.
“Sebelumnya, Achmad Fauzi kurang dikenal. Tapi belakangan, santernya isu reaktivasi kereta api Madura, nama Fauzi masuk sebagai kuda hitam di Pilkada Jawa Timur,” kata Baihaki.
Alasan lainnya dalam temuan ARCI, sebagai kuda hitam lantaran tokoh muda Madura ini dinilai berhasil mengurangi angka pengangguran terbuka. Termasuk, pencapaian menurunkan angka kemiskinan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep pada 2022 menyisakan 18,76 persen. Jumlah ini, jauh menurun ketimbang tahun 2021 yang mencapai 20,51 persen.
Untuk tingkat pengangguran terbuka pada 2022, tinggal 1,36 persen atau berkurang dari tahun 2021 sebesar 2,31 persen. Bahkan data gini ratio pada tahun 2022 juga menurun, menyisakan 0,266 persen. Angka gini ratio pada tahun 2021 masih 2,31 persen.
“Penurunan angka pengangguran terbuka dan indeks gini ratio menjadi yang terbaik dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur,” paparnya. (edo/sit)

Pemerintahan6 tahunDana Hibah Rp 2,9 Triliun 11 OPD Provinsi Jatim Diduga Fiktif
Komunikasi Sosial6 tahunSahabat Pena Out Bond Bersama Anak Yatim Yayasan Al Ashar
Hukum & Kriminal7 tahunAdvokad Sa’i Rangkuti Blokir Sertifikat Budi Hartono Sidarta, Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan
Pemerintahan6 tahunRSUD dr Soetomo Dikabarkan Overload, DPRD: Pemkot Surabaya Sebaiknya Optimalkan Puskesmas
Pemerintahan9 bulanGubernur Khofifah Kirimkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Pulau Bawean
Pendidikan6 tahunITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA
Pemerintahan10 bulanTidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif
Politik9 bulanPDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur

















