Pendidikan
Mahasiswa Unair Ciptakan Mesin Penggorengan Ladu Ketan

Memontum Surabaya – Makanan ladu ketan khas Mojokerto yang terbuat dari beras ketan putih dan tepung ketan putih yang diproduksi oleh usaha mikro kecil menengah (UMKM) pembuatannya menggunakan alat penggorengan sederhana.
Dengan, alat penggorengan sederhana membuat produksi ladu ketan membutuhkan waktu yang lama. Tak hanya itu, kurangnya jumlah pekerja juga menjadi salah satu kendala percepatan produksi ladu ketan.
Baca Juga:
Sebab itu, mahasiswa Universitas Airlangga yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Mergola bekerja sama dengan masyarakat Mojokerto. Mereka menciptakan mesin penggoreng ladu ketan.
“Kami memiliki perhatian ke UMKM jajanan tradisional. Produk yang kami buat dapat bermanfaat dengan membantu masalah produksi bagi UMKM agar meningkatkan kualitas maupun kuantitas bagi produk mereka,” kata Ketua Tim Mahasiswa Unair, Elfira Ananda, Rabu (25/08).
Elfira mengatakan, bahwa bisnis yang telah ditekuni sejak Desember tahun lalu itu memiliki fokus pada hasil pemanfaatan mesin. Di antaranya, kapasitas, waktu, dan juga mutu produk.
“Untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh mitra baik dari segi kapasitas, waktu, pekerja, dan juga mutu produk. Dengan adanya produk ini, kapasitas yang dapat ditampung dalam sekali produksinya bisa menjadi 10 kali lipat lebih banyak,” jelasnya.
Selain itu, kata Erlfira, dengan menggunakan alat penggorengan ini, mutu ladu kematangannya akan lebih merata dari pada menggunakan alat konvensional.
“Waktu yang dibutuhkan juga jauh lebih singkat. Tenaga pekerja yang dibutuhkan setiap harinya bisa lebih sedikit dari sebelumnya,” ucapnya.
Selain itu, dirinya dan tim menjalankan bisnis itu juga merangkul mitra UMKM ladu ketan khususnya daerah Kecamatan Jetis, Mojokerto. Para mitra sebagai pengguna mesin penggoreng tersebut.
Labih lanjut lagi, Elfira bersama timnya berharap bersama Mergola dapat membantu peningkatan produktivitas para mitra yang ada. Serta mesin penggoreng bisa segera mendapatkan hak paten. “Diharapkan dengan adanya alat ini dapat meningkatkan produktivitas mitra serta membantu mitra mengembangkan usahanya,” tambahnya. (ade/ed2)

Pemerintahan6 tahunDana Hibah Rp 2,9 Triliun 11 OPD Provinsi Jatim Diduga Fiktif
Komunikasi Sosial6 tahunSahabat Pena Out Bond Bersama Anak Yatim Yayasan Al Ashar
Hukum & Kriminal7 tahunAdvokad Sa’i Rangkuti Blokir Sertifikat Budi Hartono Sidarta, Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan
Pemerintahan6 tahunRSUD dr Soetomo Dikabarkan Overload, DPRD: Pemkot Surabaya Sebaiknya Optimalkan Puskesmas
Pemerintahan9 bulanGubernur Khofifah Kirimkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Pulau Bawean
Pendidikan6 tahunITS dan Unair Bekerjasama Pembuatan Robot RAISA
Pemerintahan10 bulanTidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif
Politik9 bulanPDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur

















